Rintik..rintik hujan
lebat ini memecah keheninganku di tengah malam yang sunyi, membuatku bangun
dari lautan yang mengental di atas bantalku. Hufft! masih saja walau sudah
besar tetap ngiler...protesku
sejenak di pikiranku. Tubuh ini begitu sulit untuk bergerak serasa ada yang
mencoba untuk menahanku bertahajud dan mengadu pada sang khaliq. Entah
berapa kali aku bangun ,tidur , bangun dan tidur lagi teringat sebuah lagu yang
dibawakan sang maestro mbah Surip.
Air ini begitu dingin
membuatku terputus dengan khayalan-khayalan sewaktu tidur lagi. Membuat mataku melek
dan melakukan salt tersebut. Tak lama itu,
Aku ingat sekitar jam
setengah 9 malam aku keluar dari kos dan menuju sebuah warnet yang tidak begitu
besar namun menjadi tompangan mahasiswa di daerahku untuk mengerjakan tugas
kuliahnya. Ku masih ingat dengan jelas wajah temanku yang kutemui di warnet
itu. Si tiiiiiit! kisah sedikit tentang dia. Alkisah, pada zaman dahulu ketika
baru masuk UNAIR aku begitu takut dengannya dan sekarang no way! hehehe...yups!cukup
sekian dan terimakasih.
Bukan bro!...bukan
begitu sist! dengarkan ya..
Aku sudah berjanji dengan Tuhan-ku untuk
menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Aku tak ingin mengecewakan orang yang dekat denganku. Aku ingin bertaubat
dari dunia fana yang membuatku terlena dan melupakan semua ajaran Tuhan yang
telah aku terima wakktu kecil. Aku ingin kesucianmu Tuhan. Terimalah doaku ini
ditengah malam yang sunyi dan di tengah hujan yang mustazabah. Ku bermunajah
hanya dengan-Mu. Terimakasih atas semua
yang telah engkau berikan. Sungguh nikmat yang luar biasa .... pintaku
setelah melakukan salat tahajud tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar