Senin, 29 September 2014

Aku Menyerah

Sosokku kurubah
Aku membencinya
Melebihi kuadran dunia
Melebihi air samudera
Melebihi pasir sepanjang pantai
Melebihi cahaya di langit
Aku menyukainya
Mengurangi manisnya garam
Mengurangi lembutnya madu
Mengurangi ukuran biji sawi
Mengurangi kerasnya angin
Dan aku keluar

*Syair ini saya persembahkan untuk seseoarang yang telah membuat saya tertawa, menangis, senang, sedih bahkan terpuruk. Terimakasih .. perasaan ini akan aku simpan sampai Tuhan yang menentukan nasib kita.

Kamis, 27 Maret 2014

Ceritera Hari ini- Tak Selamanya POKER itu negatif

Hari ini aku hanya berjalan lurus diantara teras-teras yang kulewati di fakultasku ini. Tak ada yang istemewa, selebihnya hanya seperti itu saja setiap harinya. Di samping kanan kumelihat beberapa  anak cangkruk ditemani pacar setianya laptop  sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya, ada juga yang asik makan, ada yang bermain poker-sebuah permainanan dari zaman bahula-entah itu kapan aku tak tahu pasti sejarahnya dan biasa, setiap harinya aku memandangi pak Darman tukang jajan makanan keliling di kampus yang murah meriah.

Tapi, hari ini langkahku tergerak untuk menoleh lebih lama kearah samping kananku,, ketika kulihat beberapa teman sekelasku asyik memandangi kartu poker, kudekati dan hanya kulihat saja. Entah apa yang dipikrkan mereka-mengenai 4 kartu yang dibuka dan 4 orang temanku hanya memandanginya sedangkan yang lainnya asyik bermain poker dengan kelompok yang lainnya.

“che, ngapain sih!” tanyaku kepada salah seorang temanku
“konsen”, jawabnya
Ku hanya memandangi ketiga temanku ini, sampai dari salah satu mereka bilang.

 “Coba hitung-entah itu ditambah, dikurangi, dikali, dibagi, dipangkat bahkan loe log pokonya hasilnya 24”
Akhirnya, aku mulai mengikuti alur mereka sampai ada dari salah satu kami yang menemukan dengan pasti angka tersebut. Selanjutnya, kami terus asyik bermain angka poker ini hingga jumlah orang dari kami bertambah  dan bertambah. Sampai pada akhirnya, aku  tersadar tak selamanya poker itu identik dengan hal negatif.  Mungkin, selama ini aku selalu menjauhi poker karena pikiran ini sudah terhegemoni dengan  suatu konstruksi poker yang ada dalam masyarakat asalku, sehingga hal ini memuatku sedikit mengecap permainan ini.  Namun,sejak inilah  aku mulai bisa menerima poker dan tak terkonstruksi dengan pandangan yang lama. Dan tak kusangka, sebuah solidaritas yang lebih solid aku dapatkan dari permainan ini. –super sekali big thanks to all of my friends in Sociology-

Unsiyahhadey’s writter

Senin, 24 Maret 2014

Ini bukan perpisahan ,, namun awal perjuangan setiap insan manusia di mata Allah

saya menganggapnya ini bukan perpisahan.. walaupun masa jabatan ini berakhir. Bagiku kalian adalah teman yang selalu mengingatkan ketika seorang teman akan tejatuh ke jurang yang salah, teman yang selalu tak berhenti ngomel ketika teman tidak berkontribusi, teman yang selalu menampar ketika waktu disia-siakan. Semoga dengan berkahirnya ini, tak ada kata perpisahan di antara kita... jalani kehidupan ini dengan keceriaan dan ketulusan menyambut indahnya harumnya Surga. Semoga Allah bersama selalu dengan diri kita.
 Riset Ministry 

Farewell BEM KM UA 2013



Airlangga Harmoni
Dialog Kebangsaan

Hanya rasa terimakasih :) ini tak cukup

Sudah sekitar 1 tahun ini aku berkontribusi dalam organisasi yang bisa dikatakan sebagai agent of change di kalangan mahasiswa. namun, aku menyebutnya sebagai Leader of Change. Why? Karena bagiku mahasiswa bukan lagi agen perubahan namun mahasiswa bisa menjadi pelopor perubahan ke arah yang lebih baik. Di saat wakil rakyat menikmati ruahnya keindahan dan kenikmatan duniawi disisi lain mayarakat yang bisa dikatakan masyarakat proletar hanya bisa gigit jari dan menikmati sesuap nasi. sungguh tragis bukan. Nah, inilah  mengapa aku menyebut mahasiswa sebagai Leader karena sebenarnya mahasiswa memiliki kemampuan untuk merubah ketimpangan ini. mahasiswa banyak memiliki gagasan-gagasan yang cemerlang yang bisa disalurkan bahkan bisa turun langsung ke lapangan. Mahasiswa bukan hanya bisa menulis bahkan ngomong saja. Mahasiswa harus punya tindakan dan berkontribusi dalam negara ini. Alhasil inilah yang aku dapatkan dari Bem Km Ua 2013 dan Yansos 2014 ini sebuah pengalaman yang telah diberikan kawan2 kepada saya. bahwa hidup ini harus berbagi, berbagi dalam kebaikan berbagi dalam kebersamaan. .. terimakasih hanya yang bisa aku ungkapkan ke kalian semua yang bisa merubah pemikiran yang kolot ini menjadi pemikiran yang terbuka. -Contribution is Solution-

Memberantas korupsi Layaknya Menegakkan Benang Basah


Korupsi… kata yang sudah tak asing lagi ditelinga kita seiring dengan gemparnya isu para pejabat Negara yang melakukan perbuatan tercela tersebut. Bahkan, tak tanggung-tanggung tidak hanya di ranah pejabat saja melainkan juga di ranah  artis, pegawai negeri, buruh, mahasiswa bahkan hampir semua masyarakat melakukannya. Istilah korupsi santer terdengar ramai dengan berbagai versi yang bermunculan. Misalnya saja, suap, grativikasi, pencucian uang, penggelapan,pemalsuan dan lain sebagainya.  Bahkan, seseorang pun yang tidak pernah melakukan korupsi, tiba-tiba saja mendapatkan uang banyak dan baru diketahui hal itu adalah uang kasus korupsi, bisa saja dia akan juga menjadi pelaku/korban pencucian uang. .. 
Memang, secara sosiologis korupsi merupakan suatu tindakan yang bisa dikatakan dilematis. Disisi lain menguntungkan namun disisi lain dapat merugikan. Misalnya saja, saya contohkan mengenai kasus  suap KTP. Di sisi lain membantu si penyuap agar tidak antri dan tidak membuatnya capek  sedangkan di sisi lain hal ini merupakan perilaku menyimpang karena telah melanggar atura/hukum dan menguntungkan pihak-pihak tertenu saja. Lantas, dengan  adanya kejadian tersebut apakah kita hanya diam? Membiarkan korupsi menggerogoti tubuh Negara ini selamanya? Saya rasa kita semua tahu apa yang harus kita lakukan.  Salah satunya adalah "katakan tidak pada korupsi, berani jujur itu hebat". Maka, mulai saat ini biasakanlah jujur dan bertindak sesuai dengan norma. 
Maka dari itu harus adanya suatu penegakan yang tegas. Berbicara mengenai penegakkan maka hal ini erat kaitannya dengan yang namanya sanksi, sanksi ini bisa berupa fisik maupun denda. Namun, yang namanya sanksi ini di Negara kita tidak membuat efek jera pada koruptornya malah mereka mengembangkan sayap dan malah hidup bersenang-senang di jeruji besi dengan berbagai fasilitas mewah yang dimilikinya. Sebut saja, Gayus Tambunan pelaku korupsi pajak ini walaupun di dalam jeruji besi masih bisa menikmati fasilitas yang mewah karena hal ini sudah menjadi rahasia umum yang banyak diperbincangkan masyarakat lewat media sosial.
Lantas, bentuk sanksi apa yang bisa membuat pelaku korupsi merasakan efek jera. Apakah dibunuh seperti di China, dipasung atau bahkan didenda dan dipenjarakan. Saya pikir hal ini belum semuanya bisa mengatasi mereka. Kita lihat saja, walaupun di China koruptor di tembak mati namun kasus koruptor masih banyak. Didenda atau dipenjara mereka santai saja menanggapi hal ini, lihat saja buktinya ketika mereka menjadi tersangka koruptor, tetapi mereka dengan percaya dirinya melambaikan tangan ke kamera saat berjalan keluar dari gedung KPK. Mungkin bagi mereka ini adalah edisi catwalk yang harus diabadikan atau bahkan menjadi suatu kebanggaan karena telah sukses meraup hak rakyat dengan keserakahannya. Maka, hal ini menjadi perbincangan yang hangat di kalangan akademisi, politikus dan semua masyarakat hukuman seperti apa yang bisa di kenakan KPK kepada mereka?
 Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan memiskinkan mereka dan membuat mereka untuk membayar apa yang telah mereka lakukan. Memiskinkan bisa dalam dua artian misalnya memiskinkan dalam harta benda dan memiskinkan mental para koruptor dalam masyarakat. Sehingga, dengan adanya ini diharapkan mereka mengalami  traumatik dengan perbuatannya tersebut. Hal lain yang bisa dilakukan juga dengan membuat para koruptor untuk membayar apa yang mereka lakukan dengan cara “Social Cost” yang ditimbulkannya. Missal, seorang yang melakukan korupsi terhadap uang pajak. Maka, ia harus membayar dampak rugi apa saja terhadap masyarakat yang harus dibayar selain mengembalikan uang yang dia ambil juga atau misalnya, ketika dia melakukan korupsi  pembangunan jembatan dan tak lama itu jembatan tersebut mengalami kerusakan bahkan ambruk. Maka, dia harus membayar kepada masyarakat dampak yang ditimbulkan dari ambruknya jembatan itu.
Memang, kita harus sadari tak ada sanksi yang benar-benar baik yang bisa dilakukan karena semua memiliki kelebihan dan kelemahan. Akan tetapi, kalau kita sudah membiasakan diri untuk patuh terhadap aturan maka sanksi itu tidak akan pernah menghampiri kita bahkan menyapa pun tak akan pernah. 

Rabu, 29 Januari 2014

BROMO "Awal aku menjadi pecinta Alam" bukan alam mbah dukun







 bersama teman baruku Okky dan fitra dan sahabat baruku Titin nuach... terimakasih :)


 
 itu titin dan okky  (atas) dan aku cewek yang dibawah ini yang make kerudung pink

Wanita Sehat untuk Generasi Cemerlang



           
            Alhamdulillah, akhirnya saya bisa membuat cerita lagi. Namun, yang saya bahas kali ini adalah hasil seminar Smart Parenting 2 pada tanggal 25 November 2012 yang di adakan oleh Fakultas Saint dan Teknologi Universitas Airlangga dan diisi oleh Dr. Maya, Ibu Anugerah Lindah dan spesial Bunda Neno Warisman. Dan, disini saya akan merangkum sedikit yang diutarakan oleh bunda Neno mengenai wanita sehat untuk generasi cemerlang serta tanggapan saya mengenai hal tersebut.
Seorang wanita itu haruslah memiliki Visi dan Misi yang jelas. Apapun yang terjadi, hendaklah kita mempunyai visi dan misi yang jelas. Misalnya Dalam bervisi janganlah tanggung yaitu jika anda menginginkan masuk suraga, hendaklah meminta surga yang paling tinggi derajatnya yaitu surga firdaus. Selanjutnya dalam bermisi misalnya  menjalankan perilaku yang dapat memunculkan ide –ide perubahan yang lebih baik contohnya anda sangat menyukai memasak maka kembangkanlah hobi memasak anda dengan menghasilkan makanan yang sehat tanpa penyedap rasa.
Selanjutnya, seorang wanita itu harus memiliki value. Peganglah prinsip dan nilai-nilai yang tangguh. namun, tidak terkesan kasar. Kita sebagai seorang islam harus sesuai dengan nilai-nilai yang sesuai dengan alqur’an. Karena pokok bahasannya adalh wanita maka yang dibahas adalah Nilai-nilai terpenting menjadi seorang wanita yaitu dengan menjaga kesuciannya.dalam artian menjaga rahimnya.  Karena pada masa sekaranga banyak anak muda yang berpacaran ntidak sesuai denagn kaidah agama lagi. Banyak anak muda sekarang dalam berpacaran sudah seperti suami isteri. Namun, kita sebagai seorang wanita muslim yang baik kita tidak boleh mengejeknya kita harus mendekatinya dan menasehatinya dengan baik-baik.bahwa hal tersebut tidak baik. Menjaga rahim itu penting juga bagi anak kita, oleh karena itu kita harus juga memenuhi gizi yang cukup agar anak kita tumbuh dengan sehat dan pintar.Misalkan:
dalam mengkonsumi makanan hindarkan dari gula pasir ganti dengan gula aren, Jangan makan mentega kalau tidak bisa gunakan satu bulan sekali dengan memakai natural batter, pakai minyak jangan minyak jelanta kalau bisa memakai minyak barko, dan jangan memakia tepung.
Ingatlah,jika kita mengkonsumsi gizi yang cukup maka anak kita kan terlahir dengan menjadi anak yang hebat. Anak yang hebat adalah generasi penerus bangsa yang tangguh. maka kita sebga seorang wanita yang cemerlang kita juga harus memikirkan masa depan generasi penerus kita, itentunya melalui diri kita sendiri karena kelak kita ankan mejadi seorang ibu.
Untuk mengganti generasi penerus menjadi lebih baik kita harus memperhatikan makanannya dan fungsi keayahannya. Dalam hal makanan “throw it away” dengan penyedap, pewarna, pemutih, pengawet dan lain sebagainya yang membahayakan. semoga bermanfaat

(NB: Tulisan ini sudah agak lama juga dibuat.. kira-kira 1,5 tahuan yang lalu dan saya ngepost aja buat ngeramein ni blog)




kenalin dulu "Aye Unsiyah anak pak Hadi"


Nama saya adalah Unsiyah Anggraeni biasanya di panggil teman – teman dengan nama Anie atau Uun kadang juga teman saya memanggil nama saya sesuai dengan ada yang di akun facebook yaitu Uun Hadey.  Saya kelahiran Pasuruan, 28 Pebruari 1994 dan di tahun ini usiaku akan menginjak umur 19 tahun. Umur yang  tidak muda lagi menurutku karena di sekitar umur ini menurut saya seorang manusia sudah memiliki tanggung jawab yang besar untuk kehidupannya dan  meraih kesuksesan di masa depannya.
            Saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Terlahir dari ayah yang berkerja sebagai nelayan dan ibu yang bekerja sebagai pedagang hal inilah yang membuatku semakin bersemangat untuk meraih beasiswa di manapun. Saya lulusan dari SD Kedungringin 4 Beji yaitu sebuah sekolahan yang tidak begitu besar dan terletak dibelakang rumah saya yang tak jarang juga pada waktu musim hujan tiba  sekolahan saya menjadi korban banjir pada waktu itu. Namun, hal ini tidak membuat kami patah semangat dan menyerah begitu saja. Setelah lulus dari SD saya melanjutkan ke SMPN  3 Bangil dan selanjutnya saya bersekolah di SMA Favorit di daerah saya yaitu SMAN 1 Bangil.
 Berbagai lomba dari SD hingga SMA sudah sering saya ikuti tak jarang juga kekecewaan iu sering menimpaku. Mulai dari lomba menggambar, cerdas cermat hingga olimpiade yang pernah saya ikuti.  Dan Alhamdulillah pada waktu SMA saya bisa meraih itu walaupun tidak mendapatkan tempat yang memuaskan namun bagi saya itu adalah tonggak awal kesuksesan dan yang paling penting adalah membuat orang tua saya tersenyum bangga. Hanya mendapatkan nomor ketiga olimpiade kebumian tingkat kabupaten dan harapan dua olimpiade sejarah tingkat Jawa Timur dan Bali sudah membuat saya bersyukur namun saya masih menginginkan yang lebih dari itu.
            Selanjutnya adalah mengenai cita-cita. Cita-citaku ini  begitu banyak dan berganti-ganti dari kecil hingga dewasa sekarang ini. Namun, hal ini bukan berarti saya tidak konsisiten karena cita-cita itu akan menyesuaikan umur kita yang semakin tahun semakin bertambah otomatis kita akan semakin mengerti cita-sita yang sesuai dengan kita itu apa  dan sesuai dengan tanggung jawab serta kemampuan bakat dan  minat yang kita miliki.  Waktu kecil dulu saya bercita-cita ingin menjadi seorang astronot hingga SMA cita-citaku brerubah mnjadi seorang perawat, bidan, POLWAN, ustadzah hingga ahli geologi  dan sekarang saya menetapkan ingin menjadi seorang dosen serta menjadi seorang penulis yang aktif. Memang itu sulit. Namun,  apapun usaha yang kita lakukan pasti ada hasilnya.Selain itu saya juga mempunyai keinginan yang besar yaitu menghajikan semua keluarga saya dan membangun yayasan pendidikan bagi anak yang tidak mampu.
Hobi saya adalah membaca novel dan bersepeda. Bagi saya kedua hobi itu membantu saya untuk melepaskan segala kebosanan dan memanfaatkan waktu luang yang ada.
Motto! berbicara mengenai motto pasti erat hubungannya dengan motivasi diri. Motto hidup saya adalah ALAH akan selalu dengan hambanya yang mau berusaha. Dengan motto tersebut membuatku tidak patah semangat untuk meraih kesuksesan karena semua itu pasti ada jalannya. Apapun yang kita lakukan jika di niatkan dengan iklhas akan terasa mudah. Semangat J
(NB: Tulisan ini sudah  agak lama sekali dan baru aku post saat ini.. dan kalo gag salah ini tulisan aku buat untuk ngelamar jadi anggota BEM)





Domba yang Kesepian



Sekedar intermezo saja saya ditulisan ini,
Saya masih ingat jelas dengan perkataan teman saya yang intinya seperti ini “ Ketika domba bergerombol dengan domba yang  lainnya  akan lebih aman daripada domba yang sendiri karena akan mudah diterkam oleh Srigala”. Perkataan teman saya ini memang adalah sebuah pengandaian. Pengandaian dimana manusia yang hidupnya memiliki teman yang banyak namun juga teman yang sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Misalnya saling mengingatkan ketika ada salah satu pihak yang berbuat salah, ketika bermalas-malasan dan lain sebgainya. Domba yang tidak sendiri akan melakukan kegiatannya secara bersama-sama dengan domba yang lain.  ketika mereka makan rumput yang lain akan makan rumput. Ketika mereka tidur yang lain juga kan tidur.  Ini juga bisa diibaratkan ketika manusia yang satu melakukan kebaikan yang lain dimungkinkan akan juga akan melakukan kebaikan.
Tak jauh – jauh untuk melihat contoh ini, Misalnya saja anak kos/asrama yang memiliki banyak teman (teman disini berarti teman yang mengarah kepada kebaikan) dia akan bertingkah baik dengan temannya. Misalnya belajar, beribadah dan lainnya akan dilakukannya dengan seksama. Berbeda ketika kita sendiri tak ada teman yang bisa menjadi penyemangat hidup, apa-apa yang dilakukan sendiri, ketika kita malas tak ada yang menegur kita. Maka terjerumuslah kita pada “kemalasan”. Ibarat domba yang sudah diterkam serigala. L




Rencana GaTOT (Guagal Total)




    Yap.. dari judulnya aja kalian bakal tahu isi cerita ini sebelum aku cerita lebih panjang.. gini ni ceritanya..
Hari ini Januari 2014  yang masih dalam suasana liburan kuliah dan aku putusin buat pulang kampong yang selain  pengen istirahat dirumah tapi aku juga bantu emak aku buat jualan,. Ya lumayanlah buat nambah-nambahin uang saku.
     Hari ini adalah  hari yang amat deg-degan bagi aku selain ada pengumuman beberapa nilai mata kuliah namun juga pengumuman PKM. Oke, PKM kali ini  aku ikut 4 PKM (WOoow lumayan gendeng) tapi gag ada yang nyantol ke hati juri.. kenape ye? Apa karena idenya kurang brilliant, apa idenya jadul ataupun tidak memberikan solusi malah menimbulkan permasalahan.hahahah ni pertanyaan yang sering aku tanyakan ni semalaman sambil mikir sampai ketiduran.
    Pokoknya hari inni itu, hari gag bisa  di omongin dengan kata-kata dan sulit ditulis dengan jelas dalam cerita ini. Selain karena aku kecewa juga dengan nilai yang uda keluar… semester ini aku sudah berjuang dengan usahaku sendiri. No Tanya no contek..! karena aku berusaha apapun yang terjadi adalah usahaku sendiri aku ingin mengukur nilaiku tahun ini dengan cermat. Essyttt! Tunggu dulu.. bukan berarti tahun kemarin aku contoh loh ya.. bagiku tahun ini agak berat soalnya ada beberapa mata kuliah yang berat bagiku dan teman-temanku juga tidak menolaknya sih! Tapi aku tetap berusaha dan aku belain tidak tidur bahkan tidur pun dikampus selama 4 harian selain itu ditambah dengan organisasi yang selalu on terus dan terus. Sungguh perjuangan yang harus aku lalui.. namun, aku kecewa  dengan  beberpa nilai yang aku dapat. Karena aku merasa tidak ada masalah dengan mata kuliah ini,.. ya.. ya sudahlah serahkan saja semuanya pada ALLAH .. hanya Dia yang tahu dan maha Adil ….semoga dengan kesabaranku yang aku lakukan sekarang akan membuahkan hasilnya kelak,, entah itu di dunia maupuan di akhirat.  
Karena aku selalu  mengingat kata-kata seperti ini “  dan ingatlah pengadilan yang seadil-adilnya adalah pengadilan ALLAH”  apa yang kamu lakukan di dunia ini baik maupun buruk akan mendapatkan balasannya kelak. I

Dan entah dimana letak sambungnya heheheh J hanya saya dan Dia yang mengetahui
SAYA HANYA INGIN KEADILAN ... KEADILAN DALAM SEGALA HAL.. INGAT PENGADILAN ALLAH KELAK NANTINYA :)

Selasa, 21 Januari 2014



Cintaku hanya Untuk-Mu Ya Rabb,Rasulullah, Orangtuaku, Keluargaku dan Suamiku   


    
Dulu, ketika pertama kali jatuh cinta saat aku kelas 3 SD, betapa senangnya aku ketika melihat dia,, awal ketika aku menyukai dia karena sebatas kagum akan kepandaiannya di kelas ,, namun dari sebatas itulah timbul rasa cinta yang dalam hingga kini. Walaupun aku sudah mengenal banyak lelaki tapi aku masih teringat dengan dia… kukira waktu itu adalah cinta monyet namun ini terus menyiksaku manakala setelah lulus SD, SMP bahkan SMA kami tak ditakdirkan untuk satu sekolah lagi. Dia memilih jalannya sendiri dan aku juga seperti itu. Walaupun, terkadang kami masih sering bertemu dan dia mengobrol dengan orang tuaku…Entah. Namun, sekarang cinta itu telah luntur perlahan-lahan ketika aku lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta, rasa ini tak begitu gugup lagi untuk memiliki sesuatu yang tidak pasti.. hati ini damai seakan semuanya  akan baik-baik saja… Mungkin inilah Tuhan memberikan jalan kepadaku akan hal ini. Tak mencintai seseorang yang bukan muhrim dan belum resmi menjadi kekasih sejatiku di dunia ini.. dan tak menjadikan halal sebelum dia masih haram denganku.  Saat-saat inilah aku baru menyadari betapa dahsyatnya racun cinta hingga membutakan beberapa sifatku yang dulu, “entah” aku  ingin memilikimu walaupun orangtuaku tidak menyukaimu, aku harus membela sifatmu yang salah karena rasa sayangku ke kamu. Kesalahan dan kedosaan yang aku buat sendiri..waktu itu.. tapi itu dulu,, dulu,, sebelum akhirnya aku mengerti arti cinta sesungguhnya itu seperti apa… Cinta, aku teringat dengan buku kecil ayahku yang mengartikan cinta dengan cincin dan permata.. aku mencoba menangkap maksud hal itu. Cincin suatu symbol yang menandakan hubungan kasih sayang sedangkan permata bagiku suatu hal yang berkilau, mewah dan abadi. Mungkin cinta  ini harus didedikasikan kepada yang benar menurutku dan sampai akhirnya aku menyadari yang benar dan yang hak—yaitu Sang Rabbi yang maha esa. Dialah yang seharusnya aku cintai dan aku berikan seluruh cintaku kepadanya.. bukan untuk dia,,,Setelah itu, aku menyadari juga seharusnya aku mencintai rasul juga, Ibu, Ayah, Keluarga dengan tidak mengabaikan apa yang mereka harapkan dariku. Tuhan..dengan ini apakah engkau mau masih menerimaku sebagai hamba-Mu. Aku masih ingin masuk golongan kananmu ya Allah… Terimalah aku dengan segenap kasih sayang-mu ya Allah.. Jamah aku ya Allah.  Dan dengan tulus hati juga Tuhan.. aku tak akan mencintai seseorang sebelum dia mengucap ijab Kabul denganku.. aku hanya ingin mencintai dengan tulus kasih kepada seseorang yang telah menjadikan aku yang halal baginya.. Semoga engkau mempertemukan aku dengan dia disaat yang tepat. Aamiin 

Kamis, 02 Januari 2014


TUHAN … Terimakasih Anugerahmu J
Tuhan.. tak terkira banyak hal yang harus aku ucapkan kepada engkau Tuhan.. Alam, pemandangan ini, kesehatan, kenikmatan dan banyak hal yang luput dari indera ini. Tuhan , ijninkan saya untuk bersyukur dan mengucap kata terimakasih kepada engkau setiap hari…
Begitu banyak nikmat yang aku terima…
Keluarga…
Sahabat…
Adalah hal yang mengisiku hariku selama ini .. Tuhan berilah mereka kesehatan dan ingatan yang kuat bahwa aku bagian dari MEREKA.. selain engkau sebagai Tuhan bagi mereka.